LEADERSHIP DALAM ISLAM

  1. PENDAHULUAN

Di mana terdapat kelompok manusia atau ummat yang hidup bersama (hidup bermasyarakat) di sana diperlukan adanya suatu bentuk kepemimpinan dan kepengurusan yang berfungsi mengurus dan mengatur kehidupan dan perhubungan antar manusia. Dan kalau di sana mutlak diperlukan sebuah kepemimpinan atau kepengurusan tetntulah dinutuhkan adanya manusia, pengurus atau pemimpin yang mengendalikannya.

Dalam makalah ini penulis akan memaparkan pengertian kepemimpinan, ciri-ciri pemimpin yang baik beserta tugas atau funsi pemimpin.

  1. PEMBAHASAN
  1. A.    Pengertian Leadership (Kepemimpinan)

Dalam Bahasa Inggris pemimpin disebut leader, sedangkan kegiatan kepemimpinan disebut dengan leadership. Perkataan khalifah yang telah banyak dipakai pada dasarnya berarti pengganti atau wakil. Pemakaian perkataan khalifah setelah Rasulullah SAW wafat, terutama bagi keempat orang Khulafaur Rasyidin, menyentuh juga maksud yang terkandung dalam perkataan “Amir” disebut juga penguasa. Oleh karena itu perkataan tersebut dalam Bahasa Indonesia disebt pemimpin, yang cenderung berkonotasi sebagai pemimpin formal. Konotasi tersebut terlihat pada bidang yang dijelajahi di dalam tugas pokoknya, tidak hanya aspek-aspek keagamaan dalam kehidupan bermasyarakat, tetapi juga aspek-aspek pemerintahan dalam berbangsa dan bernegara. Sehubungan dengan itu, Allah berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 30:

وَ إِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلاَئِكَةِ إِنِّيْ جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيْفَةً

Artinya:

Sesungghunya Aku (Allah) akan menjadikan seorang khalifah di muka bumi.[1]

Ayat di atas tidak sekedar menunjuk pada khalifah pengganti Rasulullah SAW, tetapi juga manusia yang dibebani oleh Allah untuk memakmurkan bumi. Tugas yang disandangnya itu menempatkan manusia sebagai pemimpin yang menyentuh dua hal penting dalam kehidupannya. Tugas yang pertama adalah menyeru atau menyuruh orang lain untuk beramal ma’ruf, sedangkan tugas yang kedua adalah menyeru atau menyuruh orang lain meninggalkan perbuatan munkar.

  1. B.     Ciri-Ciri Pemimpin Yang Baik

Secara garis besar, seorang pemimpin haruslah memiliki bobot kepemimpinan dengan sifat-sifat positif dan kelebihan-kelebihan tertentu:

  1. Beriman dan bertaqwa

Untuk dapat diterima menjadi pemimpin ummat, keimanan adalah syarat yang tidak dapt ditawar-tawar, demikian pula dengan ketaqwaan agar pemimpin dapat menuntun ummatnya pada ketaqwaan pula.

  1. Kelebihan jasmani

Kekuatan dan kesehatan fisik perlu dimiliki oleh seorang pemimpin. Pada umumnya para Rasul dan Nabi yang diutus oleh Allah SWT untuk memimpin ummat memiliki kekuatan fisik yang memadai, termasuk Nabi Muhammad SAW.[2]

  1. Trampil dan berpengetahuan

Di samping harus memiliki pengetahuan umum, seorang pemimpin  harus mengetahui ilmu-ilmu khusus yang berhubungan dengan leadership, manajemen dan organisasi. Pengetahuan khusus di bidang ketatalaksanaan ini perlu dimiliki oleh pemimpin, baik secara teori maupun praktek. Secara teori ia harus belajar lebih banyak tentang ilmu-ilmu kepemimpinan dan ketatalaksanaan. Secara praktek ia harus memiliki kepandaian praktis bagaimana seni dan teknik memipin ummat, menyusun shaf dan persatuan.[3]

1. Kelebihan batin

Pemimpin perlu memiliki kekuatan batin, sabar dan tahan menghadapi ujian dan rintangan. Demikian juga harus lapang dada, luas fikiran dan menghormati pendapat bawahan meskipun bertentangan dengan pendapatnya sendiri.

2. Memiliki keneranian (syaja’ah)

Keberanian adalah sifat yang mutlak perlu dimiliki oleh pemimpin, karena seorang pemimpin harus berani membela kebenaran dan tidak boleh takut pada ancaman dan intimidasi oleh kaum yang dzalim.

3. Adil dan jujur

Seorang pemimpin haruslah memiliki sifat adil dan jujur, karena prinsip keadilan dan kejujuran hanya bisa ditegakkan di tengah-tengah ummat jika pemimpinnya adil dan jujur.

4. Bijaksana

Di samping perlu memiliki sikap tegas dan istiqomah dalam pendirian juga perlu memiliki hik. mah kebijaksanaan dalam melaksanakan tugas-tugas kepemimpinannya. Pemimpin yang diberi hikmah kebijaksanaan ini akan memperoleh kebaikan yang banyak dalam amal perjuangannya.

5. Demokratis

Di dalam pelaksanaan urusan ummat, musyawarah adalah salah satu sendi. Jika salah sendi ini ditegakkan, tentulah pemimpin tidak boleh bersifat dictator.

6. Penyantun

Menyantuni, melindungi dan mengurus ummat adalah tugas pemimpin. Tugas ini hanya mungkin dilakukan dengan baik jika pemimpin itu mempunyai sifat sopan santun dan berjiwa penyantun.

7. Faham keadaan ummat

Pemimpin harus dapat memahami dan menyelami jiwa rakyatnya yang berbeda-beda pembawaan dan wataknya. Rakyat memiliki kesanggupan yang berbeda-beda, ada yang kuat dan ada yang lemah, ada yang kaya dan ada yang miskin. Pemimpin adalah imam yang harus memahami jiwa makmumnya. Untuk itu, pemimpin perlu mengetahui ilmu jiwa karena ilmu jiwa adalahuntuk memgetahui perasaan dan fikiran individu dan masyarakat.

8. Ikhlas dan rela berkorban

Sikap ikhlas dan kerelaan berkorban perlu dimiliki oleh pemimpin. Yang dimaksud berkorban di sini adalah berkorban tenaga dan waktu, dan kalau diperlukan juga dengan harta dan jiwanya.

9. Qana’ah

Seabagai seorang pemimpin haruslah mengutamakan kepentingan ummat dan mengesampingkan kepentingan pribadi. Jika seorang pemimpin telah dihinggapi sifat rakus dan tamak, maka kepentingan pribadinya akan membuatnya mengesampingkan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pemimpin dan kemungkinan melakukan kecurangan serta korupsi.

10. Istiqomah

Sikap dan sifat inilah yang akan membuat seorang pemimpin mampu bertahan dalam perjuangan mencapai cita-cita ummat walau bagaimana pun pahitnya. Pemimpin yang istiqomah ini akan memperoleh ketanangan tanpa cemas dan duka cita:

إِنَّ ٱلَّذِينَ قَالُوا۟ رَبُّنَا ٱللَّهُ ثُمَّ ٱسْتَقَٰمُوا۟ فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

 

Artinya:

 Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan Kami ialah Allah”, kemudian mereka tetap istiqamah (berpendirian teguh) Maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita.(Q.S. Al-Ahqaf: 13)

  1. Berakhlaqul karimah

Pemimpin juga berfungsi sebagai pendidik ummat, maka seorang pemimpin wajib memiliki sifat-sifat yang mulia. Akhlaq yang mulia inilah yang akan membuatnya dipatuhi oleh ummat yang dipimpinnya.

  1. C.    Leadership Islam
    1. Memilih pemimpin yang beriman

Jika dalam sejarah manusia berkali-kali orang-orang beriman memegang tampuk kepemimpinan ummat (ke-khalifahan) di muka bumi. Kekhalifahan, kekuasaan, kepemimpinan atau kepengurusan ini akan didapatkan dengan janji Allah yang sudah tentu harus melalui sunnatullah pula, yakni dengan beramal shaleh dan berjihad di jalan Allah denga segala daya upaya dan ikhtiar meninggikan Agama Allah di muka bumi.[4]

Dapat dimaklumi akibat-akibat apa yang akan terjadi jika pengurus dan pemimpin itu terdiri dari orang-orang yang tidak beriman kepada Allah. Kemajuan dan kemakmuran tidak akan bisa diharapkan kemajuannya. Oleh karena itu kepemimpinan terhadap orang yang beriman haruslah dilakukan oleh orang-orang yang beriman sendiri.

  1. Kewajiban taat kepada pemimpin

Jika seorang pemimpin telah terpilih dan dikukuhkan serta ditetapkan memimpin ummat Islam, maka wajib bagi ummat Islam untuk taat kepadanya selama ia taat kepada Allah dan Rasul-Nya dan selama perintah-perintahnya sejalan dengan garis-garis al-Qur’an dan Sunnah.[5]

Kebencian kepada pemimpin karena perbedaan pendapat atau hal-hal yang tidak menyangkut kemungkaran tidak boleh dijadikan alas an untuk mengingkari pemimpin. Sebaliknya jika pemimpin itu jelas-jelas menyimpang dari garis-garis Allah dan Rasul-Nya, maka segala perintahnya tidak wajib diikuti. Apalagi jika perintah yang diberikannya membawa pada kemungkaran, maka wajib bagi ummat yang dipimpin untuk menyanggah dan mengingkarinya.

  1. Fungsi pemimpin

Seorang pemimpin dipilih bukan hanya untuk sekedar memimpin rakyatnya tanpa tujuan yang jelas, akan tetapi pemimpin mempunyai tugas-tugas yang harus dipenuhi. Di antara tugas-tugas pemimpin adalah sebagai berikut:

1)      Memelihara amanah

Ada dua amanat yang harus dilaksanakan oleh seorang pemimpin, yaitu amanat Allah dan Rasul-Nya dan amanat ummat yang dipimpinnya.

Jika pemimpin telah terpilih, berarti ia telah memikul amanah untuk menjalankan perintah-perintah Allah di tengah-tengah ummat dan menjauhi larangan-Nya. Demikian juga masyarakat telah mempercayakan kepadanya sebagai pemimpin untuk melayani kepentingan umum, berarti ia harus loyal dalam memperjuangkan kepentingan ummat.

2)      Mengantarkan dan memberikan petunjuk

Sudah umum jika pepmimpin itu suka memberikan perintah. Akan tetapi segala perintah itu mungkin akan tersendat tidak dilaksanakan tanpa petunjuk dan bimbingan. Oleh karena itu, salah satu fungsi pimpinan tidak hanya pandai memerintah, tapi juga mengantarkan, memberikan petunjuk kepada yang diperintah.

3)      Menegakkan hukum

Di dalam masyarakat terdapat peraturan, undang-undang dan ketetapan-ketetapan, baik yang datang dari Allah maupun yang dibuat oleh manusia sendiri, misalnya peraturan lalu lintas. Pemimpin  bertanggung jawab atas terselenggaranya tertib hukum.[6]

4)      Amar ma’ruf dan nahi mungkar

Pemimpin berkewajiban memajukan pembangunan jama’ah dan ummat dengan segala inisiatif dan kegiatan yang aktif, menyediakan medan-medan kebajikan dan kebaikan guna mencapai kesejahteraan lahir batin. Pemimin harus selalu gandrung kepada pembangunan yang bersifat ma’ruf.

Kewajiban pemimpn yang lain adalah mencegah segala macam kemungkaran, baik secara langsung maupun dengan menutup segala kemungkinan yang akan membawa kemungkaran.

5)      Mendidik

Seorang pemimpin juga bertugas menjadi “guru” yang tidak hanya dapat memerintah, tapi juga dapat mendidik dan memberikan contoh yang baik.

6)      Memelihara dan melindungi

Pemimpin bertugas mengawal ummat dengan berbagai alat dan pengawalnya serta melindungi mereka dari setiap ancaman, bahaya dan gangguan-gangguan yang akan merusak ummat itu sendiri.

7)      Bertanggung jawab

Konsekwensi sebagai pemimpin ialah harus mempertanggungjawabkan segala tindakannya. Pemimpin bertanggung jawab kepada Allah dan bertanggung jawab kepada ummat yang dipimpinnya. Melalaikan tanggung jawabnya berarti menyalahi garis kepemimpinan yang diamanahkan kepadanya.

  1. Kesimpulan

Kepemimpinan adalah keseluruhan tindakan untuk mempengaruhi atau mengajak orang lain dalam usaha bersama untuk mencapai tujuan. Kepemimpinan adalah proses pemberian pembimbingan dan contoh tauladan, proses pemberian jalan yang mudah (fasilitas) daripada pekerjaan-pekerjaan orang-orang yang terorganisir guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Untuk menjadi pemimpin yang baik maka seorang pemimpin harus memiliki sifat-sifat dan kelebihan, yaitu:

  1. Beriman dan bertaqwa
  2. Kelebihan jasmani
  3. Trampil dan berpengetahuan
  4. Kelebihan batin
  5. Memiliki keneranian (syaja’ah)
  6. Adil dan jujur
  7. Bijaksana
  8. Demokratis
  9. Penyantun
  10. Faham keadaan ummat
  11. Ikhlas dan rela berkorban
  12. Qana’ah
  13. Istiqomah
  14. Berakhlaqul karimah
  1. Penutup

Demikianlah makalah yang dapat penulis sampaikan. Kritik dan saran yang konstruktif sangat penulis harapkan agar bisa lebih baik nantinya. Semoga makalah ini dapat memberikan manfaat kepada pembaca. Amien.

DAFTAR PUSTAKA

Nawawi, Hadari, Prof. Dr. H. 1993. Kepemimpinan Menurut Islam. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press

Ya’qub, Hamzah, Dr. H. 1992. Publisistik Islam-Teknik Dakwah dan Leadership. Bandung: C.V. DIPONEGORO


[1] Prof. Dr. H. Hadari Nawawi. Kepemimpinan Menurut Islam. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, cet. 1, 1993. Hlm. 16

[2] Dr. H. Hamzah Ya’qub. Publisistik Islam-Teknik Dakwah dan Leadership. Bandung: C.V. Diponegoro, cet. 4, 1992. Hlm. 137

[3] Ibid. hlm 138

[4] Ibid. hlm. 119

[5] Ibid. hlm. 130

[6] Ibid.hlm. 149-150

Advertisements
By barristacoffelicious Posted in Makalahku