Gombal-Gembel episode I

Pengen jadi orang romantis dan selalu nyenengin pasangan ? Ga perlu pergi ke dukun atau paranormal untuk mendapatkan hati si doi. Cukup dengan memanikan kata-kata sesuai dengan kreatifitas yang kamu miliki, misalnya dengan puisi, syair, cerita, bahkan gombalan bisa jadi jurus andalan untuk mendapatkan hati pasangan kita.

Kata-kata gombal lebih identik dengan cowok ketimbang para cewek. Kali ini aku mau berbagi beberapa gombalan romantis maut terbaru buat anak muda mudi. Sebelumnya aku sudah ngeshare beberapa Gombalan Maut Ala Mahasiswa.

Nah kali ini aku mau ngasih beberapa gombalan maut yang bisa kamu pakai untuk menggaet hati pasanganmu. Mungkin dari kamu yang ingin membuat pasanganmu klepek-klepek bisa pakai cara berikut ini :

1.
Kamu : Say, tau ga kenapa panda udah mau punah ?
Si Doi : karena panda banyak yang di buru
Kamu : salah jawabannya
Si Doi : yang bener apa kalau gitu ?
Kamu : karena panda banyak yang bunuh diri
Si Doi : Ko bisa gitu ?
Kamu : karena panda tau kalau kamu lebih imut dan lucu dari dia

2.
Kamu : Beb, mau nggak cubit pipiku ?
Si Doi : emangnya kenapa ?
Kamu : Biar tau kalau aku ga lagi mimpiin kamu

3.
Kamu : Yank, bibir kamu banyak semutnya tu !!
Si Doi : Masak sih yank ?? (sambil mengusap bibir)
Kamu : Makanya jadi cewek jangan terlalu manis

4.
Kamu : Yank, kamu tau ga bahasa inggrisnya aku cinta kamu ?
Si Doi : I Love You
Kamu : I Love You Too (senyum)

5.
Kamu : Aduh,,,Hatiku dari tadi kok sakit banget ya…
SI Doi : Kenapa kamu say, belum makan ta..??
Kamu : Aduh,,, Ada yang ngukir namamu di hati ku

6.
Kamu : Pak pos sekarang sudah ga mau lagi ngirim surat
Si Doi : Ko bisa ga mau lagi say ??
Kamu : Katanya terlalu besar jadi ga mau
Si Doi : Emangi ngirim apa ko terlalu besar ??
Kamu : Aku pengen ngirimin semua cintaku ke kamu
Si Doi : (langsung lemes)

7.
Kamu : Say, punggung kamu ko beda ya ??
Si Doi : Beda apanya ?
Kamu : Bidadari kok gak ada sayapnya ? Kamu sembunyiin dimana ??

8.
Kamu : Say, kenapa tu mata kamu ???
Si Doi : Emangnya kenapa say ??
Kamu : Setiap aku melihat mata kamu, rasanya di hipnotis untuk selalu mencintaimu
Si Doi : Bisa ja kamu say…

Manusia Dengan Tuhan

Suatu ketika, seorang mahasiswa di Amerika Serikat telah menyelesaikan pendidikan sarjananya dengan predikat cum laude. Ia dengan penuh percaya diri yakin akan mendapat pekerjaan dengan mudah karena IPK-nya yang mencapai 3,96. Akan tetapi, ketika ia melamar pekerjaan ke salah satu perusahaan, ternyata ia ditolak. Kemudian ia melamar lagi di perusahaan yang lainnya dan ternyata ditolak juga. Demikian seterusnya hingga akhirnya ia menyerah. Ia mengeluh kepada Tuhan.

Manusia : God, are You there?
Tuhan : Yes son. I’m here.
Manusia : Are you busy, God?
Tuhan : Nothing could make Me busy, son. Do you forget that I’m almighty?
Manusia : Then, why You don’t bless me in applying job?
Tuhan: I do that, son. But I want to make you closer to me.
Manusia : God, do You love me?
Tuhan : you shouldn’t doubt it, son.
Manusia : Huh, God, what 1 million years mean for You?
Tuhan : It’s like a second to Me..
Manusia : And what US $ 1 million mean for You?
Tuhan : It’s like a penny.
Manusia : Good then. So you don’t mind if I ask 1 million dollars to You, do You?
Tuhan : Of course. You really want it, son?
Manusia : Sure God.
Tuhan : Well, you wait here. I’ll bring it to you. Just wait for a SECOND, son!
Manusia : %$#%$%$#$#@..!!!!!!!

By barristacoffelicious Posted in Joke!

Keindahan Air Terjun Sungai Cikaso (Sukabumi), Niagara Lewat ….!!!

Curug Cikaso, lokasi air terjun ini berada di kawasan wisata Ujung Genteng. Cikaso adalah nama sungai yang mengalir dari hulunya yang terletak di Sukabumi Utara hingga berakhir dengan muaranya di Pantai Selatan di daerah Kecamatan Surade, Sukabumi Selatan. Dari hulu hingga muaranya, air sungai cikaso mengaliri beberapa curaman tebing-tebing sungai membentuk curahan air terjun yang yang menakjubkan. Lokasi wisata Air Terjun Cikaso ini akan menjadi pelengkap wisata bahari anda di Ujung Genteng setelah cukup puas menikmati pesona laut pantai-pantai di Ujung Genteng, inilah lokasi yang tepat untuk berenang di air tawar.

Air terjun Cikaso atau lebih dikenal dengan nama lokal Curug Cikaso ini terletak di antara Jampang Kulon dan Surade. Limpahan air terjun terlihat megah dan menawan, wajar panorama air terjun ini menjadi favorit bidikan para juru kamera yang bisa anda liat di berbagai macam sumber di internet. Ujung Genteng disamping dikenal dengan pesona pantainya, ternyata juga kaya dengan curug/air terjun di sepanjang sungai-sungainya, selain Curug Cikaso anda dapat juga menemui curug-curug lainnya yang juga cukup dikenal seperti Curug Luhur, Curug Cigansa dan masih banyak lagi lainnya.

Air yang mengalir dari Hulu di daerah pegunungan Sukabumi Utara, disepanjang alirannya menuju Sukabumi Selatan (Pantai Selatan) rupanya menghasilkan aliran yang cukup deras dengan riam dan jeram menantang bagi para pe hobby olahraga air untuk kegiatan pengarungan riam (white water rafting). Sungai Cikaso memang belum banyak dikenal oleh para penggiat arung jeram, maklum letaknya jauh di daerah Jampang Kulon di pelosok pantai selatan Jawa Barat yang jauh dari lintasan umum. Padahal sungai ini mempunyai potensi yang tak kalah menarik dari sungai-sungai lain yang sudah lebih dulu diarungi. Jeram-jeramnya berkelas II sampai VI, dengan lebar sungai yang bervariasi antara 50 m hingga 100 m ditambah dengan pemandangannya yang cukup mengasyikkan karena terdapat banyak air terjun di kanan kiri sungai.

Menurut informasi dari penduduk setempat (Jampang Kulon), memang belum banyak para pelaku Arung Jeram yang mencoba ber arung jeram di sungai ini. Informasi tentang jalur juga masih sulit di akses. Meskipun anda berbekal peta topografi, masih kesulitan mengenali jalur dan lintasan sungai lebih detail. Sehingga informasi dari penduduk lokal masih sangat berguna sebagai tahapan awal survey lokasi. Meskipun demikian saran-saran agar tetap cukup waspada dan ekstra berhati-hati lebih utama karena jalur lintasan ini belum banyak dikenal, karenanya bekal dan persiapan peralatan menjadi sangat penting, karena dapat diperkirakan bisa menginap di tengah perjalanan.

Tidak harus menggunakan peralatan dan ketrampilan khusus kalau hanya ingin menikmati pesona alam di jalur sungai Cikaso, karena masih banyak potensi lainnya di wilayah sungai Cikaso ini, salah satunya adalah pesona Curug Cikaso. Anda dan keluarga dapat menikmati kemegahan limpahan air sungai yang meluncur bebas dengan indahnya, sehingga membentuk sebuah danau kecil berwarna bening kehijauan yang nyaman untuk mandi dan berenang.

Perjalanan menuju Curug Cikaso ini bisa dimulai dari Kampung Ciniti, sesampainya di ujung kampung sudah siap tersedia Perahu milik masyarakat untuk mengantar kita menuju lokasi curug. Perahu kayu yang bisa memuat 5-10 orang dan bergerak menggunakan mesin diesel, beberapa perahu jukung (dayung) juga terlihat berjajar rapi disana, masyarakat setempat memanfaatkan perahu kayu tanpa mesin ini umumnya di pergunakan untuk mengangkut pasir (tambang sirt- pasir dan batu) dan dijual sebagai bahan bangunan.

Lokasi Curug Cikaso dari kampung Ciniti sebenarnya tidak terlalu jauh, hanya menyebrang lurus anda tinggal melanjutkannya dengan berjalan kaki, namun umumnya para pengunjung memanfaatkan perahu kayu tersebut untuk berkeliling di sekitar sungai dengan sedikit tambahan biaya. Berputar dan berkeliling di Sungai Cikaso memang menarik, khususnya bagi anda yang tidak pernah mengarungi sungai dengan perahu kayu. Di sekitar pinggiran-pinggiran sungai anda juga akan menyaksikan aktifitas dan kegiatan masyarakat setempat yang sedang mengambil pasir, sesekali mereka menenggelamkan dirinya sambil membawa peralatan untuk mengeruk pasir dan ditampung di perahu kecil yang tidak jauh disampingnya.

Curug Cikaso ini memang masih dikelola oleh masyarakat setempat, tiket masuknya pun masih tergolong murah meria, cukup dengan mengganti uang sebesar Rp. 1.500,- yang diperuntukkan sebagai pendapatan Desa setempat. Jika sampai di lokasi ini, pastikan anda untuk berenang di danau kecil limpahan dari air terjun, air yang terlihat berwarna hijau ini berasa sangat dingin. Jangan kuatir kalo anda ternyata tidak bisa berenang, karena beberapa anak-anak sudah menyediakan ban-ban bekas untuk bantuan bagi pengunjung yang ingin berenang sambil menikmati pesona Curug Cikaso.

By barristacoffelicious Posted in Nusantara

Wedang Tape

Untuk menambah kehangatan tubuh, wedang tape ini bisa dicoba. Rasanya legit gurih dengan kuah jahe susu yang hangat. Bukan hanya kenyang tubuhpun jadi terasa lebih hangat. Mau coba?

Bahan:
10 cm jahe biasa
300 ml air
150 g gula merah
2 sdm gula pasir
1 batangs erai, meamrkan
1 lembar daun pandan, potong-potong
200 ml susu segar
150 g tapai singkong yang masak, potong-potong
1 sdm kacang tanah sangrai

Cara membuat:

Panggang jahe marah di atas bara api hingga agak kecokelatan. Angkat, kupas kulitnya memarkan.
Rebus jahe bersama gula, serai dan pandan di atas api kecil.
Masak hingga airnya menyusut lalu tambahkan susu, rebus kembali hingga mendidih.
Angkat dan saring.
Taruh potongan tapai di dalam mangkuk.
Tuangi kuah jahe panas.
Taburi kacang tanah, sajikan panas.

Udang Kuah Asam Pedas

Cuaca lagi nggak menentu. kadang panas, kadang ujan…
nah! kalau lagi ujan-ujan gini enaknya makan makanan yang berkuah dan pedas ya…
ini nih…. Udang Kuah Asam Pedas. hemmmm yummy!!!

Bahan:
-500 ml air
-250 g udang ukuran sedang, buang kepalanya
-2 buah cabai merah, potong kasar
-20 helai daun kemangi
-1 sdm air jeruk nipis
Haluskan:
-3 buah cabai merah keriting
-3 butir kemiri
-2 siung bawang putih
-2 butir bawang merah
-½ sdt terasi
-½ sdt merica butiran
-1 sdt garam

Cara membuat:
-Didihkan air, masukkan bumbu halus dan didihkan kembali.
-Masukkan udang, rebus hingga udang berubah warna dan matang.
-Masukkan cabai merah, daun kemangi dan air jeruk nipis.
-Didihkan kembali dan angkat.

Ampela Bumbu Kecap

Ampela yang kenyal gurih bisa dimasak dengan cara praktis. Paduan bawang bombay, air jeruk dan cabai membuat rasanya jadi segar sedap!

Bahan:
-12 buah ampela ayam, bersihkan
-4 sdm kecap manis
-100 ml air
-1 sdm air jeruk limau
Bumbu:
-2 sdm minyak sayur
-30 g bawang bombay, iris tipis
-2 buah cabai merah, iris tipis
Haluskan:
-2 siung bawang putih
-1/2 cam jahe
-1/2 sdt merica bubuk
-1 sdt garam

Cara membuat:

-Rebus ampela hingga empuk. Sisihkan.
-Bumbu: Tumis bawang Bombay bersama bumbu halus hingga wangi.
-Masukkan cabai merah, aduk hingga layu.
-Masukkan ampela, aduk rata.
-Tambahkan kecap dan air jeruk dan air.
-Aduk hingga mendidih dan agak kering.
-Angkat, sajikan hangat.

Ayam Masak Jamur

Ayam degan bumbu bawang yang wangi dan pedas manis ini gampang dibuat. Bisa ditambah sayuran apa saja selain jamur. Makin kental kuahnya makin enak rasanya.

Bahan:
1 ekor ayam negeri, potong 8 bagian
1 buah jeruk nipis
3 sdm minyak sayur
5 buah jamur shitake
4 sdm kecap manis
300 ml air
Haluskan:
5 siung bawang putih
3 butir bawang merah
10 buah cabai rawit
½ sdt merica butiran
1 sdt gula pasir
2 sdt garam
Taburan:
daun bawang iris kasar

Cara membuat:

-Lumuri ayam dengan air jeruk nipis sambil remas-remas. Tiriskan.
-Tumis bumbu halus hingga wangi.
-Masukkan potongan ayam, aduk hingga kaku.
-Tambahkan kecap manis dan air.
-Didihkan hingga kuah susut.
-Masukkan jamur, masak kembali hingga kuah tinggal sedikit.
-Angkat. Taburi daun bawang.
Sajikan hangat.

Lumpia Pisang Coklat

Mengolah pisang jd makanan yang lebih enak dan menarik.

bahan:
Pisang Raja Nangka belah jadi 4.
Kulit Lumpia.
Gula Pasir.
Seres Coklat.
Air (buat perekat)
Minyak Goreng

Cara:
Ambil selembar kulit lumpia, beri pisang yang sudah di bagi menjadi 4, ambil satu saja dari 4 bagian, taburkan sedikit gula, sedikit seres lalu gulung kulit lumpia hingga tertutup semua pisangnya, rekatkan kulit lumpia dengan air, supaya tidak bocor.
Panaskan Minyak goreng, masukkan lumpia 1/1 goreng hingga kekuningan lalu angkat jangan sampai coklat nanti akan berasa pahit..

Hasilnya:

Selamat Mencoba.. 😀

Sahabatku

dahulu kau tak pernah ada
di hari-hariku yang biasa
bahkan di dalam hati, tempat yang luar biasatak ku sangka seiring hari yang diganti oleh Tuhan
kau tiba-tiba hadir di hari-hariku yang biasa
bahkan tak ada yang istimewaTuhan tak pernah berhenti mengganti hari
sedikit-demi sedikit hati yang kosong mulai terisi
kau hadir mengisi hari yang dulu sepi

dalam hati kini bahagia
bahkan ketika kau tak ada
jauh di dasar hati tergores duka lara

kini kau tak hanya istimewa
tapi kau juga sempurna
memberi kata-kata mutiara saat ku tak terarah
dan mendengar saat aku ingin bercerita

Tuhan sungguh baik hati
Ia mengirimkan sahabat sejati…

By barristacoffelicious Posted in Puisiku

Jamaluddin al-Afghani

  1. PENDAHULUAN

Abad ke 19 hingga abad ke 20 merupakan suatu momentum dimana umat Islam memasuki suatu gerbang baru, gerbang pembaharuan. Fase ini kerap disebut sebagai abad modernisme, suatu abad dimana umat diperhadapkan dengan kenyataan bahwa Barat jauh mengungguli mereka. Keadaan ini membuat berbagai respon bermunculan, berbagai kalangan Islam merespon dengan cara yang berbeda berdasarkan pada corak keislaman mereka. Ada yang merespon dengan sikap akomodatif dan mengakui bahwa memang umat sedang terpuruk dan harus mengikuti bangsa Barat agar dapat bangkit dari keterpurukan itu.

Berbicara abad pembaharuan dalam Islam, maka tak lepas dari seorang tokoh yang merupakan sosok penting dalam pembaharuan Islam, al-Afghani, seorang pembaharu yang memiliki keunikan, kekhasan, dan misterinya sendiri. Berangkat dari pembagian corak keIslaman di atas, Afghani menempati posisi yang unik dalam menanggapi dominasi Barat terhadap Islam. Di satu sisi, Afghani sangat moderat dengan mengakomodasi ide-ide yang datang dari Barat, ini dilakukannya demi memperbaiki kemerosotan umat. Namun di lain sisi, Afghani tampil begitu keras ketika itu berkenaan dengan masalah kebangsaan atau mengenai hal-hal yang berkaitan dengan keIslaman.[1]

  1. KEHIDUPAN, KARYA DAN PEMIKIRANNYA
  1. A.    Kehidupan

Jamaluddin al-Afghani lahir di Asadabad, Afghanistan pada tahun 1839. Pertama kali, ia belajar di Persia dan Afghanistan. Pada usia 18 tahun ia telah mempunyai pengetahuan yang istimewa dalam ilmu-ilmu Islam, seperti filsafat dan ilmu-ilmu yang lain.

Ketika berusia 22 tahun ia telah menjadi pembantu pangeran Dost Muhammad Khan di Afghanistan. Pada tahun 1864 ia menjadi penasehat Sher Ali Khan. Beberapa tahun kemudian ia diangkat oleh Muhammad A’zam Khan menjadi perdana menteri. Pada waktu itu Inggris telah mulai mencampuri persoalan politik dalam negeri Afghanistan dan dalam pergolakan yang terjadi Al-Afghani lebih memilih pihak yang melawan golongan yang disokong Inggris. Pihak pertama kalah dan Al-Afghani merasa lebih aman meninggalkan tanah kelahirannya dan pergi ke India pada tahun 1869. [2]

Karena di India  ia juga merasa tidak bebas bergerak, kemudian ia pindah ke Mesir pada tahun 1871 dan menetap di Kairo. Pada mulanya ia menjauhi persoalan-persoalan politik Mesir dan memusatkan perhatian pada bidang ilmiah dan sastra Arab.

Kehidupannya selama di Mesir dipandang sebagai pembuka sejarah hidupnya. Kalangan orang terpelajar menerimanya dengan baik bahkan meminta agar Al-Afghani tinggal lebih lama di Mesir. Di sini ia dapat mempengaruhi Muhammad Abduh yang kemudian menyebabkannya menjadi salah satu mujaddid dalam renaissance Islam. Al-Afghani sering memperingatkan rakyat Mesir tentang bahaya besar penjajahan terhadap Mesir. Disamping memajukan sikapnya untuk mencairkan pengertian Islam, ia pun menyerakkan faham politik menentang Imperialis. Sehingga ia diusir dari Mesir oleh Inggris pada tahun1879.[3]

Setelah diusir dari Mesir, Al-Afghani pindah ke Paris dan mendirikan perkumpulan Al-Urwah Al-Wutsqa. Anggotanya terdiri atas orang Islam dari India, Mesir, Syiria, Afrika Utara dan lain-lain.

Cita-cita Al-Afghani hanya satu, yaitu “mulia”. Ia selalu berkata: “Hiduplah mulia dan matilah mulia di tengah gelombang pedang dan lambaian bendera.”

  1. B.     Karyanya

Baru saja meninggalkan Afghanistan dan menuju ke India, Al-Afghani menulis sebuah buku yang berjudul Al-Radd ala Ad-Dahriyyin (Penolakan atas Kaum Materialis). Buku ini adalah sebuah pembelaan atas Islam dari serangan zaman modern.

Kemudian setelah diusir dari Mesir dan pindah ke Paris, bersama Muhammad Abduh ia menerbitkan majalah dalam bahasa Arab, Al-Urwat el Wutsqa. Majalah ini menggelorakan rasa keinsyafan umat Islam agar bangun menantang penjajahan Barat.[4]

Karya Al-Afghani selanjutnya adalah buku yang berjudul Dia’al Kahficain (Kemegahan dua penjuru alam ). Buku ini ia karang saat mengunjungi Inggris dan mengadakan kampanye menentang Shah Persia.[5]

  1. C.    Garis Besar Pemikirannya

Jamaluddin Al-Afghani melihat berbagai bentuk yang dilakukan oleh penjajah Barat di negara-negara Islam, yaitu merusak kepribadian Islam, sedangkan yang paling berbahaya adalah berusaha merusak akidah seorang muslim, baik dengan menciptakan keragu-raguan maupun menghilangkan akidah dari hatinya dengan memasukkan paham ateis pada umat Islam.

Menghadapi penjajahan tersebut, Al-Afghani sadar bahwa umat Islam sangat terancam oleh kekuatan Barat yang dinamis, sedangkan umat Islam dalam keadaan lemah yang dikarenakan lemahnya persaudaraan di antara negara-negara Islam itu sendiri. Untuk mengatasi hal tersebut, Al-Afghani menuntun perlawanan dengan mengobarkan semangat persatuan umat Islam melalui Pan Islamisme yang berpusat di Kabul, Afghanistan. Pergerakan tersebut menggunakan aliran pikiran modern dan menghendaki persatuan umat Islam di bawah satu pemerintahan Islam seperti zaman Khalifah dahulu. Gerakan Pan Islamisme sebagai gerakan yang sangat revolusioner dan anti penjajahan.

Pan Islamisme bertujuan untuk melepaskan cengkeraman bangsa Barat. Kemajuan umat Islam tidak akan berhasil jika perpecahan terjadi pada umat Islam. Oleh karena itu Al-Afghani mengajak umat Islam:

a)      Untuk kembali pada Al-Qur’an, menghilangkan fanatisme madzhab, menghilangkan taqlid golongan.

b)      Mengadakan ijtihad terhadap Al-Qur’an.

c)      Menyesuaikan prinsip Al-Qur’an dengan kondisi kehidupan umat.

d)     Menghilangkan kurafat dan bid’ah.

e)      Mengambil peradaban, kebudayaan Barat yang positif sesuai dengan agama Islam serta menciptakan satu pemerintahan Islam yang berhubungan satu sama lain.

Dengan perjuangannya melawan imperialisme Barat, Al-Afghani ingin merubah keadaan umat Islam yang lemah menjadi kuat agar mereka dapat menghadapi permusuhan Barat dengan persiapan yang teratur dan kuat.[6]

Al-Afghani masih menganggap kuat atas agama sebagai pemersatu. Semasa hidupnya, Al-Afghani memang berusaha untuk mewujudkan persatuan itu. Yang terkandung dalam Pan Islamisme ialah persatuan seluruh umat Islam, dan usahanya sedikit-banyak akan membuahkan hasil dan itu terlihat dengan jelas bahwa ide-ide modernisme di Mesir menjadi bagian penting yang menggugah kesadaran umat Islam untuk mengevaluasi diri, terutama mengenai hal-hal yang berkenaan dengan keterbelakangan mereka selama ini.[7]

  1. PEMIKIRAN FILSAFAT AL-AFGHANI

Kehidupan Al-Afghani sejalan dengan fikirannya. Teori dan praktik, keduanya berjalan menjadi satu dalam usahanya. Lapangan usaha Al-Afghani dalam dunia Islam modern, serupa dengan usaha Socrates dalam alam Hellenis di zaman purbakala. Fikiran Al-Afghani disulam dengan keadaan hidupnya yang merupakan tiga jenis keadaan: kelezatan rohani, perasaan pembelaan agama dan moral tinggi, yang kesemuanya ini telah mempengaruhi alam fikirannya dan membayang ke dalam bukunya yang berjudul Al-Radd ala ad-Dahriyin­-penolakan atas kaum materialis.

Al-Akkad, seorang pengarang Mesir yang ternama menyatakan bahwa Al-Afghani telah menjadi propagandis Islam, berhubungan dengan kebenciannya terhadap materialisme. Dengan pemandangan tabiat alam, ia menolak pengaruh materialisme sebelum Marxisme populer, tumbuh di Eropa.[8]

Tehadap perasaan agama, Al-Afghani sebagai pemimpin agama dalam masyarakat mengatakan: “Agama adalah sesuatu yang penting adanya bagi satu bangsa, karena agama itulah sumber keberuntungan umat manusia.” Selanjutnya ia mengatakan bahwa peradaban yang sebenarna adalah yang didasarkan kepada pelajaran budi pekerti dan agama, bukan peradaban yang didasarkan pada kemajuan material, seperti pembangunan kota-kota besar, pendirian perusahaan raksasa atau menciptakan mesin-mesin ultra-modern yang dipergunakan untuk membunuh dan menghancurkan.

Terhadap perasaan susila dan budi pekerti, Al-Afghani melemparkan kutuk terhadap politik kolonial imperialis negara-negara penjajah Barat yang menggunakan sistem yang didasarkan pada kekejian dan memperbudak orang yang lemah.

Selanjutnya Al-Afghani menunjukkan dengan jelas perbedaan antara sosialisme muslim yang didasarkan kepada cinta dan kasih sayang, akal dan kebebasan. Sedangkan sosialisme komunis didasarkan keapada kebendaan yang mandul akan kasih sayang yang akhirnya menimbulkan perasaan benci-membenci. Komunis berganti-ganti menjatuhkan kawan karena sifat keakuan (selfishness) yang tak dapat dikekang dan mereka memang tidak punya alat pengekang itu, karena tidak beragama dan memecah dalam masyarakat mereka. Al-Afghani pada waktu yang sama merupakan seorang muslim sejati dan seorang rationalis. Ia menuntut kepada segala madzhab kaum muslimin untuk mengambil perhatian, agar menggunakan dasar otak untuk mencapai kemajuan. Suara ini diteriakkan sekuat mungkin karena pada masa itu umat Islam tidak lagi menggunakan otaknya, akan tetapi sudah meras cukup membaca yang tertulis dalam Al-Qur’an dan hadits Nabi dan otak-otaknya sudah berhenti berfikir.  Tentang ini ia mengatakan: “Di antara segala agama, hanya Islamlah yang mengutuk pendirian percaya saja dengan tidak membandingkan kebenarannya dan tidak menyukai seseorang yang mengikuti faham orang lain, dengan tidak mendapat kepastian kebenarannya. Bagaimanapun juga, Islam itu berkata, ia akan berkata dengan akal. Kitab suci orang muslim itu menyatakan bahwa keberuntungan itu terletak dalam cara yang benar bagi orang yang menggunakan akalnya.”

Akal menjadi dasar pokok bagi kehidupan orang Islam, sebab, hilang agama bagi orang yang kehilangan akal.

Sebagai seorang yang mengagungkan akal dan fikiran, Al-Afghani menyokong pendapat golongan yang membebaskan dirinya dari pada pelajaran Takdir. Faham ini dinamakan dengan dunia modern dengan fatalisme, percaya pada takdir dengan mengesampingkan kekuatan akal untuk menghindari tiap bahaya. Dalam persoalan ini Al-Afghani menerangkan bahwa yang dikatakan Al-Qada wal-Qadar adalah  seperti pengertian predestination dalam bahasa inggris, sebagai tujuan permulaan. Ia mempunyai perbedaan yang besar sekali sebagaimana yang diartikan oleh orientalis Barat sebagai fatalisme yang dalam bahasa Arab disebutkan al-jabr. Al-Qada wal-Qadar adalah suatu kepercayaan yang menguatkan kekuatan fikiran untuk mengambil keputusan dari kaum muslimin. Dengan mempercayai Al-Qada wal-Qadar itu seorang muslim akan naik energi moralnya dan mendorongnya kepada tawakkal dan sabar untuk mencapai tujuannya. Berlainan sekali dengan al-jabr, penyerhan diri yang sesat, suatu bid’ah yang dimasukkan ke dalam pelajaran Islam oleh musuh-musuh Islam untuk melumpuhkannya dari dalam dan untuk tijuan politik tertentu.[9]

  • Ajaran politik

Al-Afghani dinamakan oleh penulis-penulis Barat sebagai bapa Pan Islamisme yang mengajarkan agar umat Islam di seluruh dunia bersatu dalam sebuah Khalifah untuk membebaskan mereka dari perbudakan bangsa asing. Negara-negara Barat telah membenarkan penyerangan dan kekejaman-kekejaman yang dilakukan oleh mereka atas negara-negara Timur. Tidak hanya mengadakan penyerangan dan penjajahan, akan tetapi mereka juga telah menggunakan segala cara untuk mencegah tumbuhnya kekuatan negara-negara Timur kembali. Segala gejala yang membawa pada renaissance dari setiap negeri Islam ditumpas habis dengan segenap kekuatan, sehingga tidak ada yang tersisa bagi umat muslim. Oleh karena itu perlu bagi segenap negeri Islam bersatu dalam suatu pertahanan bersama untuk membela kedudukan mereka dari keruntuhan yang besar. Untuk mencapai ini orang Islam harus mempunyai kepandaian tekhnik dalam rangka kemajuan Barat dan wajib belajar segala rahasia kekuatan orang Eropa.

Pendapat ini selalu diulang-ulangnya dalam majalah Al-urwat el-Wutsqa. Dalam sebuah karangannya yang bertajuk “Persatuan Islam”, ia menyatakan bahwa umat Islam telah pernah bersatu merupakan kesatuan umat di bawah pemerintahan yang gilang-gemilang. Pada waktu itu mereka mencapai kemajuan dalam ilmu dan pelajaran. Mereka terkemuka  dalam filsafat dan ilmu-ilmu lain. Semua yang pernah dicapai umat Islam pada saat itu menjadi pusaka dan kebangaan umat Islam sampai sekarang. Karena hal itu menjadi motivasi tercapainya kesatuan itu. Umat Islam harus insyaf dan harus mengerti bahwa dalam keadaan bagaimanapun mereka tidak diperbolehkan berdamai dan bekerjasama dengan orang yang telah menjajah mereka, sehingga tercapai kekuatan yang penuh, di mana mereka sendiri menentukan nasib mereka.[10]

Demikanlah pengertian apa yang dinamakan Pan Islamisme yang dianjurkan oleh Al-Afghani.

  • Patriotisme

Gelora panas yang dituangkan Al-Afghani ke dalam hati tiap-tiap muslim yang membaca tulisannya, akan tetapi ia tidak pernah mencoba menukar agama itu dengan bentuk national patriotisme. Ia hanya berusaha mendekatkan setiap muslim itu dalam bentuk perseorangan. Akan tetapi apabila muslim itu merupakan suatu negara, ia berusaha untukmenimbulkan pengertian satu bagi setiap warga negaranya dengan tali Islam yang dianut mereka. Persatuan ini supaya digunakan untuk mencapai kebebasan politik. Ia berusaha mempermuda, membaharui alira fikiran Turki, Persia, India, dan Mesir, di samping ia mempermuda dan membaharui alam fikiran umat Islam yang berada disekitarnya. Orang-orang Islam yang masih beruntung mempunyai negara, meskipun dalam banjir semangat dan kerakusan penjajah Barat, masih dapat mempergunakan pengaruh mereka, bersamaan dalam lapangan kehidupan politik dan sosial membendung kerakusan Barat terhadap berbagai negara-negara Islam yang terjajah.

Dalam anjurannya terhadap membela negara masing-masing, Al-Afghani menguraikan pendapatnya dalam Urwat el-Wutsqa, sebagai berikut: “untuk  mempertahankan tanah tumpah darah adalah undang-undang alam yang merupakan suatu kewajiban hidup yang diikat dengan undang-undang alam melaui instink sebagaimakan dan minum. Tidak ada yang memuji instink ini kalau pembelaan itu hanya sekedar untuk makan dan minum belaka dan tidak disertai semangat patriot yang menyala-nyala. Sebaliknya, lawan dari patrion adalah traitor atau pengkhianat bangsa.”

Terhadap pengertian pengkhianat ini, Al-Afghani menyatakan pendapatnya: “Dengan istilah pengkhiana, kita tidak  menunjukkan kepada seorang yang menjual negaranya untuk kepentingan keuangan dengan menyerahkan negerinya sebagai alasan ia menerima pembayaran, besar atau kecil. Setiap penjualan negara bagaimanapun besarnya harga yang diterima, akan tetapi itu dianggap sangat rendah. Yang dimaksudkan dengan pengkhianat yang sebenarnya adalah perseorangan yang bertanggun jawab atas musuh yang selangkah demi selangkah mask ke dalam tanah airnya. Barangsiapa yang membuka kesempatan bagi musuh yang menjejakkan kaki dalam negerinya, sedangkan ia sanggup untuk menghalangi yang demikian itu, inilah yang dinamakan penghianat, apapun juga topeng yang dipakainya, apapun juga helah yang dikemukakannya untuk menyelimuti perbuatannya tidaklah berfaedah. Barangsiapa yang sanggup bertindak dengan kekuatan atau bertindak dengan kekuatannya untuk melakukan counter aksi terhadap tindakan musuh, akan tetapi ia sendiri diam berpangku tangan dan duduk bungkem, orang ini adalah termasuk orang yang dinamakan pengkhianat.”

Setelah Al-Afghani menguraikan pendapat di atas, ia melanjutkan lagi: “Tidak usahlah merasa malu bagi negara bagaimanapun kecilnya, betapapun lemah dengan sedikit rakyatnya, jikalau ia bangun mengangkat senjata melawan suatu negara besar dan jauh lebih kuat dari padanya, manakala negeri itu melanggar kehormatannya. Kepahitan yang diperoleh dalam perjalanan  waktu  tidak dapat dihapuskan, baik oleh suatu bangsa, oleh individual atau oleh golongan, akan tetap mengikat leher mereka di bawah pemerasan musuh. Kejadian ini datang baik karena kelalaian dalam mengurus persoalan negeri sendiri atau terjadi karena mengharapkan keuntungan yang bersifat sementara, orang-orang ini dianggap sebagai agen dari kerbuhan mereka sendiri.”[11]

  • Kebudayaan Nasional

Al-Afghani mengatakan bahwa orang-orang Barat melakukan cara-cara kasar di Timur untuk menekan semangat patriot serta dengan membekukan pendidikan-pendidikan nasional dan merusak kebudayaan Timur. Mereka menghambat langkah orang Timur untuk ikut memikirkan nasib negaranya dan mencegah orang-orangnya yang berhasrat untuk mencapai kesempurnaan. Selain itu, orang-orang Barat berusaha untuk meniadakan segala kebaikan yang terdapat di Timur. Mereka mengatakan dalam bahasa Arab, Persia atau India tidak sesuatu yang dapat dianggap sebagai nilai sastra dan tidak ada yang penting. Mereka menekan  kepercayaan bahwa bahasa-bahasa Timur tidak sanggup dijadikan bahasa ilmu, karena itu rakyat dianjurkan agar mempelajari bahasa-bahasa Barat.

Akibat penjajahan, banyak orang Timur yang tidak lagi dapat mengutarakan pendapatnya dalam bahasanya sendiri. Maka timbullah rasa dalam hati bahwa untuk memperoleh pengetahuan peradaban dan kebudayaan manusia, haruslah dapat menguasai salah satu bahasa Barat. Kepercayaan ini datang karena orang-orang Barat mengusahakan agar pengetahuan-pengetahuan tidak ditulis dalam bahasa Timur.

Al-Afghani melanjutkan pendapatnya bahwa haruslah dipahami oleh orang-orang Timur bahwa suatu bangsa yang tidak menggunakan bahsanya sendiri tidak akan dapat mengadakan perasaan yang baik dalam masyarakat. Jika bahsa telah mati, maka kesusasteraannya pun ikut mati. Setelah itu habislah harga sebagai bangsa jika tida mempunyai kesusasteraan sendiri. Sejarah tidak akan dilahirkan kalau rakyatnya tidak mengakui kebaikan-kebaikan yang telah dikerjakan oleh orang-orang segenerasinya.

Demikianlah Al-Afghani berusaha mengembalikan rasa kebangsaan yang telah hilang dari beberapa negara Islam yang telah memandang mulia segala yang datang dari Barat dan memandang hina apa-apa yang terbit di dunia Timur.[12]

 

  1. KESIMPULAN

Al-Afghani menuntun perlawanan dengan mengobarkan semangat persatuan umat Islam melalui Pan Islamisme yang berpusat di Kabul, Afghanistan. Pergerakan tersebut menggunakan aliran pikiran modern dan menghendaki persatuan umat Islam di bawah satu pemerintahan Islam seperti zaman Khalifah dahulu. Gerakan Pan Islamisme sebagai gerakan yang sangat revolusioner dan anti penjajahan.

Pan Islamisme bertujuan untuk melepaskan cengkeraman bangsa Barat. Kemajuan umat Islam tidak akan berhasil jika perpecahan terjadi pada umat Islam. Oleh karena itu Al-Afghani mengajak umat Islam:

a)      Untuk kembali pada Al-Qur’an, menghilangkan fanatisme madzhab, menghilangkan taqlid golongan.

b)      Mengadakan ijtihad terhadap Al-Qur’an.

c)      Menyesuaikan prinsip Al-Qur’an dengan kondisi kehidupan umat.

d)     Menghilangkan kurafat dan bid’ah.

e)      Mengambil peradaban, kebudayaan Barat yang positif sesuai dengan agama Islam serta menciptakan satu pemerintahan Islam yang berhubungan satu sama lain.

  1. PENUTUP

Demikianlah makalah kami yang sedikit mengupas tentang Jamaluddin Al-Afghani. Tentunya makalah ini terdapat banyak kekurangan karena minimnya pengetahuan penulis. Oleh karena itu saran dan kritik yang membangun sangat penulis harapkan agar dalam menyusun makalah selanjutnya dapat lebih baik. Semoga makalah ini bermanfaat untuk menambah pengetahuan pembaca. Amien.

DAFTAR PUSTAKA

Black, Antony. 2006. Pemikiran Politik Islam. Jakarta: Serambi

Hoesin, Oemar Amin. 1975. Filsafat Islam. Jakarta: PT. Bulan Bintang

Majid, Nurcholish. 1994. Khazanah Intelektual Islam. Jakarta: PT. Bulan Bintang

Nasution, Harun. 2003. Pembaharuan dalam Islam, sejarah pemikiran dan gerakan. Jakarta: PT. Bulan Bintang

Sani, Abdul. 1998. Lintasan Sejarah Pemikiran Perkembangan Modern dalam Islam. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada

Sjadzali, Munawir. 1993. Islam dan Tata Negara, ajaran, sejarah dan pemikiran. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia (UI-Press)

Taufik, Ahmad. 2005. Sejarah Pemikiran dan Tokoh Modernisme Islam. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada


[1] Antony Black. Pemikiran Politik Islam, Jakarta: Serambi, 2006. Hlm. 550

[2] Harun Nasution. Pembaharuan dalam Islam, sejarah pemikiran dan gerakan. Jakarta: PT. Bulan Bintang, 2003. Cet. 14. Hlm. 43

[3] Dr. Oemar Amin Hoesin. Filsafat Islam. Jakarta: PT. Bulan Bintang, 1979. Cet. 3. Hlm. 159.

[4] Nurcholish Majid. Khazanah Intelektual Islam. Jakarta: PT. Bulan Bintang, 1994. Cet. 3. Hlm. 57

[5]Op.cit., Hlm. 160

[6] Akhmad Taufiq, M. Pd. Sejarah Pemikiran dan Tokoh Modernisme Islam. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2005. Hlm. 90-92

[7] Drs. Abdul Sani. Lintasan Sejarah Pemikiran Perkembangan Modern dalam Islam. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 1998. Cet. 1. Hlm. 47

[8] H. Munawir Syadzali, M. A. Islam dan Tata Negara, ajaran, sejarah dan pemikiran.  Jakarta: penerbit Universitas Indonesia (UI-press), 1993. Hlm. 118

[9] Dr. Oemar Amin Hoesin. Op.cit., hlm 160-163

[10] Dr. Oemar Amin Hoesin. Ibid. Hlm. 164

[11] Ibid. Hlm. 165-167

[12] Ibid. Hlm. 167-168

By barristacoffelicious Posted in Makalahku